Jumat, 10 Mei 2013

Lelaki di kota Berdebu

Dalam paru-paruku sebuah kota dengan debu-debu
dan hamparan tanah yang kering.ada lelaki berjalan
sendirian,tak menuntun kuda dan mencabut pistol
kereta-kereta dengan kuda berderap-derap
hanya suara di antara cerita angin dari gunung-gunung

Lelaki itu menulis sajak-sajak sunyi pada ngarai
dan sepatunya membunuh huruf-hurufnya
hingga kekosongan berada di hamparan
abad-abad silam,lelaki itu berjalan
lihatlah ia menjelajahi dunia

Wajahnya telah begitu tua oleh kehidupan
di panggang bara dalam dadanya
ia telah begitu banyak melukis lambang
yang iapun tak pernah sempat memahaminya

1 komentar:

Daryati issuda mengatakan...

di kota mana sih /?
aku kok gak tau

Poskan Komentar