Minggu, 05 Mei 2013

Kota yang Mati

Bayang-bayangmu jatuh dalam selokan yang keruh
ku denar,ia mengadu!rabahlah luka dimana-mana
kegaduhan demikian samar:rintihan dan desis
kesakitan yang terbungkus dalam kesunyian

Bacalah halaman depan koran pagi ini!potert yang kabur,
wajahmu dalam pasi kematian dalam
cahaya dan ledakan kecil kemeraku

untuk apa menulis panjang derita dan rintihan?
huruf-huruf yang terbuang sia-sia kita baca dalam ketidak pedulian

2 komentar:

verany mengatakan...

pusing jeng...........

Rochandi issuda mengatakan...

waow

Poskan Komentar